Pelayanan & Pendampingan UPKM RS Panti Rahayu Kepada Kelompok Disabilitas Kudifa Gubug

Pelayanan & Pendampingan UPKM RS Panti Rahayu Kepada Kelompok Disabilitas Kudifa Gubug

PEMBERDAYAAN DISABILITAS – Pelayanan sosial RS Panti Rahayu Yakkum Purwodadi melalui UPKM (Usaha Peningkatan Kesehatan Masyarakat ), Salah satunya adalah Pendampingan terhadap kelompok Usaha Difabel (KUDIFA) yang berada di Kecamatan Gubug kabupaten Grobogan.

KUDIFA, terbentuk pada bulan Juni tahun 2010  dibawah kepengurusan Bp. Mas’ud selaku ketua. Dengan berjalannya waktu KUDIFA terus melakukan aksi sosial kepada masyarakat dengan mencari mitra yang siap membantu program KUDIFA.

Pada tahun 2012 RS Panti Rahayu YAKKUM Purwodadi terpanggil untuk mendampingi Kelompok disabilitas KUDIFA Gubug. Adapun kegiatan pendampingan yang dikerjakan oleh UPKM adalah memberikan penyuluhan kesehatan,  pelatihan kewirausahaan sebagai upaya peningkatan kesejahteraan khususnya kelompok disabilitas.  UPKM RS Panti Rahayu juga membantu memasarkan hasil home industry  (Kerajinan figura, ceriping bonggol pisang, keset, taplak ,lampion, serta hasil kerajinan lainnya)

Bentuk lain pendampingan pada kelompok tersebut adalah mempersiapkan  mereka sebagai tenaga terlatih “TERAPIS”. Melihat kebutuhan anggota komunitas  tersebut,  maka UPKM RS. Panti Rahayu Yakkum Purwodadi  menjalin komunikasi dengan  Ekstramural dan Pusat Rehabilitas Yakkum untuk memfasilitasi pelatihan  KINESIO  TERAPI.

KINESIO INDONESIA dan PRY (Pusat Rehabilitas Yakkum) memberikan pelatihan dengan melibatkan kelompok difabel Gubug sebagai peserta. Pelatihan berlangsung selama 4 bulan (juni – September) secara online dan tatap muka dengan peserta sejumlah 24 orang. 

Dengan selesainya pelatihan KINESIO TERAPI yang diikuti peserta Kudifa, RS. Panti Rahayu sebagai pendamping komunitas KUDIFA, menyelenggarakan evaluasi terkait pelaksanaan kegiatan tersebut Pada hari Selasa,12 Oktober 2021 yang dihadiri oleh  dr. Tri Siswiyati, M.Kes selaku direktur  dan didampingi oleh Andika Wahyu W. SE, Akt, MM dan Imanuel Waoma, SE & Saryoto S. Si, MH. Dalam kesempatan tersebut direktur rumah sakit menyampaikan bahwa UPKM sebagai perpanjangan tangan rumah sakit untuk menjangkau masyarakat dalam misi sosialnya, rumah sakit Panti Rahayu disiapkan sebagai rumah sakit inklusi disabilitas.