Dinkes Bersama RS Panti Rahayu Gelar Pelatihan Deteksi Dini Club Foot

Dr .Yudha Manggala, Sp.OT dokter spesialis ortophedi RS Panti
Rahayu Yakkum Purwodadi melakukan simulasi praktek pengobatan kaki
pengkok disaksikan peserta bidan dan direkur RS Panti Rahayu Yakkum
Purwodadi Dr. Tri Siswiyati M. Kes, kemarin.

GROBOGAN – Dinas Kesehatan Grobogan bersama RS Panti Rahayu menggelar
pelatihan deteksi dini club foot dan mekanisme rujukan bagi tenaga
Kesehatan Kabupaten Grobogan. Pelatihan yang diikuti 30 bidan
koordinator dari 30 Puskesmas se-Kabupaten Grobogan tersebut digelar
di lantai tiga RS Panti Rahayu Yakkum Purwodadi, Kamis (11/11)
kemarin.

Direktur RS Panti Rahayu Yakkum Purwodadi dr Tri Siswiyati mengatakan,
sosialiasi tentang deteksi dini tentang pertumbuhan dari bayi atau
anak anak, dan pasien dengan kelainan kaki pengkor merupakan kerja
sama antara RS Panti Rahayu Yakkum Purwodadi dan didukung dengan Dinas
Kesehatan Grobogan. Peserta berasal dari bidan koordinator dan juga
dari tenaga Kesehatan RS Panti Rahayu Yakkum Purwoddi.

”Kami kerja sama dengan Dinkes Grobogan untuk membantu penanganan
kasus kaki pengkor di Grobogan sejak dini. Pemateri dari dokter
spesialis orthopedi Dr .Yudha Manggala , Sp.OT dari RS Panti Rahayu
Yakkum Purwodadi,” kata dr Tri Siswiyati.

Kabid Pelayanan Kesehatan dan Penunjang Dinkes Grobogan dr. Jatmiko
mengatakan, kegiatan kaloborasi ini kerjasama dengan pusat
rehabilitasi Yakkum (PRY) Purwodadi. Yaitu untuk pelatihan
pendeteksian anak kelainan kaki pengkor .

”Jadi kita terima kasih dari PRY dan RS Panti Rahayu. Secara riel
disampaikan dokter Yudha Manggala . Kaki pengkor di Kabupaten Grobogan
relative banyak. Boleh dikatakan dalam waktu enam bulan 20
kasus.Setelah ditemukan kita terapi. Setelah itu tidak tahu
kelanjutanya bagaimana,” kata dr Jatmiko.

Adanya pertemuan dan pelatihan peserta dari bidan dan tenaga Kesehatan
ini bisa deteksi dini untuk penyembuhan kaki pengkor. Harapanya dari
bidan koordinator dari masing-masing Puskesmas ini menyampaikan ke
bidan desa dan warga masyarakat.

”Jika temukan kelainan lamput atau kaki pengkor kita akan buat group
diskusi di situ. Akan kita rujuk ke dokter spesialis anak atau
orthopedi. Akan dipastikan lamfut atau tidak. Kalau lamfut atau kaki
pengkor nanti ranahnya dokter orthopedi,” ujarnya.

Menurutnya dengan diketahui sejak dini, kaki pengkor sejak masih bayi
atau anak-anak maka penyembuhanya lebih mudah. Namun, jika terlambat
maka proses penyembuhanya juga akan semakin sulit.

”Tentunya kami berupaya akan bisa menurunkan kasus pengkor dan bisa
dituntaskan,” terang dia.

Dokter spesialis ortophedi RS Panti Rahayu Yakkum Purwodadi
mengatakan, kaki pengkor bisa disembuhkan. Namun, kasus kaki pengkor
belum tercatat dengan baik. Jika di Kabupaten Grobogan ditemukan 20
kasus dalam enam bulan jumlanya lebih dari itu.

”Adanya pelatihan ini bisa terdeteksi semua dari bayi lahir, akan
tersaring dengan baik untuk kasus kaki pengkor di Kabupaten Grobogan.
Yang pasti seberapa jumlahnya kita sudah siap. Ada satu ilmu untuk
mengetahui sejak dini. Jadi mengetahui kaki pengkor bisa lakukan
pemeriksaan. Jika penampakan pengkor ke dalam maka itu masuk dalam
patologis,” kata dia.

(SIROJUL MUNIR/RADAR KUDUS)

RS PANTI RAHAYU RAIH PENGHARGAAN RS PALING BERKOMITMEN

RS PANTI RAHAYU RAIH PENGHARGAAN RS PALING BERKOMITMEN

Rumah Sakit Panti Rahayu Yakkum Purwodadi mendapatkan penghargaan sebagai RS tipe C paling berkomitmen dalam pelayanan Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) terbaik di wilayah Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kantor Cabang Kudus. Kategori RS Tipe C di kabupaten Grobogan, Kudus, Jepara.
Penghargaan diserahkan langsung kepala BPJS Kesehatan Grobogan Theresia Dian Pramudita kepada Direktur RS Panti Rahayu Yakkum Purwodadi dr. Tri Siswiyati kemarin. “Kami memberikan penghargaan kepada RS Panti Rahayu Yakkum Purwodadi sebagai apresiasi RS Paling Berkomitmen se Kantor Cabang Kudus untuk kategori rumah sakit tipe C.” kata Theresia Dian Pramudita.
Kriteria penilaiannya meliputi kepatuhan perjanjian kerja sama. Dimana dalam setiap poin kerja sama ini seberapa jauh RS Panti Rahayu patuh pada kerja sama itu.
Direktur RS Panti Rahayu Yakkum Purwodadi dr. Tri Siswiyati mengucapkan terimakasih atas penghargaan yang diberikan BPJS Kesehatan “ Harapannya kedepan bisa menjadikan kami lebih baik dalam pelayanan pasien, kemudian lebih baik lagi kerja sama dengan BPJS untuk melayani pasien di rumah sakit,” ujarnya.